Rabu, 01 April 2015

Pertanyaan penting yang sering mengusik kemudian ialah;


                Kita ini sudah berdoa sekian lama- minta ini minta itu untuk diri sendiri atau untuk kepentingan umum- namun kok sepertinya tak ada tanda-tanda do’a kita dikabulkan-Nya? Bahkan kita sudah berdoa di saat-saat suci, ketika berpuasa, dan tampaknya doa’a kita hanya seperti angin lalu saja.
                Lalu apakah etika berdoa kita yang belum benar sehingga Allah belum berkenan mendengarkan do’a kita, atau bagaimana? Atau sepert kata ulama yang cukup menghibur itu “setiap do’a pasti dikabulkan, Cuma kapan dan berupa apa hanya Allah sendiri yang menentukan dan mengetahui-Nya. Wallahu a’lam.
                Orang-orang Bashrah (irak) trmpo deoloe pernah mengajukan pertanyaan seperti itu kepada zahid mereka yang terkenal, Ibrahim bin Adham (VIII Masehi) dan apa jawabanya? Tokoh sufi itu menjawab, “itu disebabkan karena hati kalian mati dalam sepuluh hal:
1.       Kalian mengenal Allah, tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya;
2.       Kalian membaca kitab Allah, tetapi tidak mengamalkannya;
3.       Kalian mengaku mencintai Rasul Allah SWT, tetapi tidak mengikuti sunnah-nya;
4.       Kalian mengaku membenci setan, tapi selalu menyetujuinya;
5.       Kalian yakin mati itu pasti, tetapi tak pernah mempersiapkannya
6.       Kalian bilang takut neraka, tetapi terus membiarkan diri kalian kesana
7.       Kalian bilang mendambakan surga, tetapi tak pernah beramal untuknya
8.       Kalian sibuk dengan aib-aib orang lain dan mengabaikan aib-aib kalian sendiri
9.       Kalian menikmati anugerah-anugerah Allah SWT, tetapi tidak menyukurinya

10.   Kalian setiap kali mengubur jenazah-jenazah, tetapi tak pernah mengambil pelajaran darinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar