Senin, 07 September 2015

Fase pengetahuan pada manusia menurut Al-Ghazali


                Dalam al-Munqidz, al-Ghazali menjelaskan suatu sisi dari epistemologinya, yang bisa diringkaskan sebagai berikut:
                Manusia dilahirkan dalam keadaan kosong dari ilmu pengetahuan tentang segala macam yang wujud. Mula-mula Tuhan ciptakan di dalam dirinya kekuatan indera untuk memperoleh pengetahuan yang bisa di capainya dengan indera tersebut. Dalam fase kedua, diciptakan pula oleh Tuhan kekuatan “tamyiz”, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan, sehingga manusia bisa memperoleh pengetahuan yang lebih dari pengetahuan yang bisa di capai indera. Selanjutnya, dalam fase ketiga, manusia diberi Tuhan akal yang berkemampuan untuk memberikan kepada manusia pengetahuan-pengetahuan yang tak bisa diperoleh dalm fase-fase sebelumnya. Dan sesudah fase ini, manusia di beri pula oleh Tuhan suatu potensi lewat mata hatinya untuk bisa mengetahui hal-hal yang tak bisa dicapai oleh akal atau dalam fase-fase sebelumnya. Fase inilah yang disebut al-nubuwwah (kenabian).

hal 128

Tidak ada komentar:

Posting Komentar