Sabtu, 02 Mei 2015

Katanya Bahagia (Sajak Berjalan)





Semakin tinggi mereka akan semakin bangga
Karena katanya disanalah mereka bisa menemukan keindahan sang pencipta
Itulah dalil kebahagiaan katanya mereka
lalu kenapa rumah sang pencipta yang dekat dan megah justru semakin hampa?

Semakin fokus mereka semakin bangga
Karena katanya disitulah mereka mengekspresikan seni lensa
Itulah dalil bahagia menurut katanya mereka
 yang sering lupa bahwa seni yang mereka geluti itu tentang permainan cahaya

semakin lantang mereka semakin bangga
karena katanya mereka sedang mengaspirasi di depan massa
itulah dalil bahagia katanya mereka
yang terkadang susah membedakannya dengan tong sampah nyaring bunyinya

semakin rajin bertanya mereka semakin bangga
karena katanya mereka sedang mengemis nilai IPK nya
itulah dalil bahagia katanya mereka
yang sering menonjolkan kebodohan bersama pertanyaannya

semakin sering umrah mereka semakin bangga
karena katanya mereka bisa selfi di madinah atau mekah
itulah dalil bahagia menurut mereka
yang masih buta dari tetangganya yang harus bekerja keras mencari makanan sisa

semakin tajam sindiranya mereka semakin bangga
karena katanya mereka sedang mengkritik penguasa
itulah dalil bahagia menurut mereka
yang belum tahu bahwa kritik itu satu kesatuan dengan saran yang tak bisa dipisahkan

dan aku terus di goda oleh kata-katanya mereka
tapi entahlah bahagia yang sebenarnya itu seperti apa?


Ahmad Ariefuddin
Katanya mereka (sajak berjalan)
Yogyakarta 3 mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar