Kamis, 11 Juni 2015

Pesan Albert Einstein sebelum meninggal






               
 AlbertEinstein berkata : Bagi seseorang yang bungkuk karena usia, kematian akan datang sebagai pembebasan. Aku kini cukup kuat merasakannya setelah aku sendiri beranjak tua dan akhirnya menganggap kematian seperti utang lama yang pada akhirnya harus di bayar. Namun, secara naluriah orang akan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menunda pemenuhan terakhir ini. Inilah permainan yang dilakukan oleh alam bagi manusia”.


Rabu, 10 Juni 2015

Inspirasi dalam mencari ilmu

“Barangsiapa meniti jalan mencari ilmu (agama), niscaya dengan itu Allah mudahkan baginya jalan menuju surga”. [HR. Muslim: 2699]

Selasa, 09 Juni 2015

Nasihat Sunan Kalijaga kepada para Penguasa




“Aja seneng yen lagi darbe panguwasa, serik yen lagi ora darbe panguwasa, jalaran kuwi bakal ana bebendune dhewe-dhewe. Aja mung kepengin menang dhewe kang bisa marake crahing negara lan bangsa, kudu seneng rerembugan njaga katentreman lahir-batin.”

Terjemah:

Jangan hanya senang kalau sedang mempunyai kekuasaan, sakit hati kalau sedang tidak mempunyai kekuasaan, sebab hal itu akan ada akibatnya sendiri-sendiri. Jangan hanya ingin menang sendiri yang dapat menyebabkan perpecahan negara dan bangsa, melainkan harus senang bermusyawarah demi menjaga ketentraman lahir-batin.

Senin, 08 Juni 2015

Belajar dari burung Gagak






                Burung gagak merupakan burung yang bulunya berwana hitam mengkilap. Dan di sebagian masyarakat menganggap bahwa jika di atas rumahnya ada burung Gagak atau burung Gagak itu terus mengitari rumah maka salah satu dari penghuni rumah itu akan meninggal dunia. Itu adalah contoh mistik dari sebagian kecil dari burung Gagak. Nah tapi dalam tulisan kali ini saya tidak akan membahas tentang mitos tentang burung Gagak tapi saya akan memberikan fakta tentang burung Gagak yang bisa kita ambil hikmahnya.

                Pertama, hampir semua orang tahu bahwa burung Gagak itu berbulu hitam pekat dan bermata hitam dengan tatapan tajamnya, namun hampir sedikit orang yang tahu bahwa bayi burung Gagak itu bulunya berwana putih, nah dari situlah induk sang bayi burung Gagak enggan mengasuh, memberi kehangatan, bahkan enggan memberi makan kepada anaknya itu. itu terjadi karena sang Induk burung Gagak mengira bahwa itu bukan anaknya, karena bulunya yang berwarna putih itu menjadi berbeda dengan bulu sang induk yang berwarna hitam pekat. Ya induk burung Gagak hanya mengengkrami telur sampai menetas, lalu setelah menetas sang induk langsung pergi dari sarangnya dan meniggalkan anaknya tersebut. Lalu munculah pertanyaan, “Lalu bagaimana bayi burung Gagak bisa bertahan hidup?” dan jawabanya adalah karena tangan Tuhan. disituah kuasa Ilahi bertindak karena Tuhan memberi suatu aroma yang keluar dari bayi burung Gagak yang membuat serangga-serangga kecil, nyamuk, ulat, dll mendekat. Dan distulah sumber makanan sang bayi burung Gagak yang sudah di beri oleh Tuhan. Sang bayi burung Gagak tidak perlu keluar dari sarang untuk mencari makanan karena dengan sendirinya makanan akan mendekatinya. Sampai akhirnya bulunya yang berwarna putih rontok dan tumbuh bulu baru berwarna hitam.


                Kedua, pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari kisah perjalan hidup burung Gagak itu?, yang paling penting kita harus sadar bahwa Tuhan tidak tidur. Tuhan mencintai setiap mahluknya. Jadi Tuhan tidak akan membiarkan mahluk kesusahan, itu sesuai dengan firman-Nya yaitu “Di dalam kesulitan pasti ada kemudahan”. Maka dari itu kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, janganlah mengecewakan Tuhan dengan berputus asa. Karena setiap masalah pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Pada akhirnya kita harus tetap mengingat Tuhan di saat suka maupun duka.



Yogyakarta 09 Juni 2015

Ajaran tentang Asal Usul dan Tujuan Hidup dari Sunan Kalijaga



                Pesan dan ajaran tentang asal usul dan tujuan hidup selalu dipegang teguh oleh penganut mistik kejawen. Apalagi bagi guru Sunan Kalijaga juga pernah memberikan wejangan serupa yang tersimpul dalam Tembang Dhandhanggula sebagai berikut:

Urip iku neng donya tan lami

Upamane jebeng menyang pasar

Tan langgeng neng pasar bae

Tan wurung nuli mantuk

Mring wismane sangkane nguni

Ing mengko aja samar, sangkan paranipun

Ing mengko padha weruhe

Yen asale sangkan paran duk ing nguni

Aja nganti kesasar.

 

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Hidup di dunia ini tidak lama

Seperti jika kamu pergi ke pasar

Tidak akan di pasar terus

Pastilah akan kembali juga

Ke rumah asalnya

Maka jangan sampai keliru

Maka ketahuilah

Ilmu sangkan paran

Agar jangan sampai kesasar

 

                Pesan mistik tembang tersebut menghendaki bahwa hidup di dunia ini tidak lama, ibarat manusia pergi ke pasar, akan segera kembali ke rumah asalnya, karena itu jangan sampai ragu-ragu terhadap asal-usul, agar jangan sampai salah jalan. Pesan ini menunjukkan bahwa manusia hidup di dunia ini sekedar mampir ngombe (singgah untuk minum), karena suatu ketika akan kembali kepada Tuhan. Tuhan adalah tumpuan sangkan paraning dumadi (Endraswara, 2003: 34)

Ahmad Ariefuddin
Yogyakarta, 09 Juni 2015

Minggu, 07 Juni 2015

Sajak Shalat



Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya..

Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah.

Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah.

Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

Bayangkan ketika "adzan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.

Bayangkan ketika kau" takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhanNya.

Bayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu: "Aku Mencintaimu hambaKu".

Bayangkan ketika kau "duduk diantara dua sujud", Allah berdiri gagah didepanmu, lalu mengatakan : "Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu".

Bayangkan ketika kau "salam", Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu...

Subhanallah sungguh nikmat shalat yg kita lakukan...

Fase Kehidupan

Setiap insan mempuanyai fase dalam kehidupan yang dijalaninya, mulai dari fase kekanak-kanakan, ke alay an, kedewasaan, dan seterusnya.
Dulu dalam setiap pengajian dalil yang di gunakan setiap ustad ataupun kiayi rata-rata adalah bahwa "kita itu gak tau kapan akan mati maka berbuatlah baik".
Tapi waktu terus berjalan dan kini aku kurang setuju dengan kalimat itu, karena aku melihat ada juga orang yang tau kapan dia akan mati, yaitu orang yang terkena HUKUMAN MATI.
entah apa yang ada di dalam perasaan para orang yang dihukum mati, kematian mereka di tentukan oleh ketukan palu, di hantarkan oleh tembakan peluru.
Sampai sekarang aku masih berfikir, bagaimana setiap detik yang mereka jalankan ketika mata mereka di tutup, tangan mereka di ikat, yang kemudian para regu tembak pun beraksi dengan senapan tajamnya, peluru besi menusuk jantung. dan akhirnya Inalilahi wainailahi rojiun. -_-