AlbertEinstein berkata : Bagi seseorang yang bungkuk karena usia, kematian akan
datang sebagai pembebasan. Aku kini cukup kuat merasakannya setelah aku sendiri
beranjak tua dan akhirnya menganggap kematian seperti utang lama yang pada
akhirnya harus di bayar. Namun, secara naluriah orang akan melakukan segala
sesuatu yang mungkin untuk menunda pemenuhan terakhir ini. Inilah permainan
yang dilakukan oleh alam bagi manusia”.
Jika aku mendapati keberhasilan maka itu karena restu ibuku, tapi jika aku mendapati kegagalan itu karena kesalahanku "Ahmad Ariefuddin"
Kamis, 11 Juni 2015
Rabu, 10 Juni 2015
Inspirasi dalam mencari ilmu
“Barangsiapa meniti jalan mencari ilmu (agama), niscaya dengan itu Allah
mudahkan baginya jalan menuju surga”. [HR. Muslim: 2699]
Selasa, 09 Juni 2015
Nasihat Sunan Kalijaga kepada para Penguasa
“Aja seneng yen lagi darbe panguwasa, serik yen lagi ora
darbe panguwasa, jalaran kuwi bakal ana bebendune dhewe-dhewe. Aja mung
kepengin menang dhewe kang bisa marake crahing negara lan bangsa, kudu seneng rerembugan
njaga katentreman lahir-batin.”
Terjemah:
Jangan hanya senang kalau sedang mempunyai kekuasaan, sakit
hati kalau sedang tidak mempunyai kekuasaan, sebab hal itu akan ada akibatnya
sendiri-sendiri. Jangan hanya ingin menang sendiri yang dapat menyebabkan
perpecahan negara dan bangsa, melainkan harus senang bermusyawarah demi menjaga
ketentraman lahir-batin.
Senin, 08 Juni 2015
Belajar dari burung Gagak
Burung gagak
merupakan burung yang bulunya berwana hitam mengkilap. Dan di sebagian
masyarakat menganggap bahwa jika di atas rumahnya ada burung Gagak atau burung
Gagak itu terus mengitari rumah maka salah satu dari penghuni rumah itu akan
meninggal dunia. Itu adalah contoh mistik dari sebagian kecil dari burung
Gagak. Nah tapi dalam tulisan kali ini saya tidak akan membahas tentang mitos
tentang burung Gagak tapi saya akan memberikan fakta tentang burung Gagak yang
bisa kita ambil hikmahnya.
Pertama,
hampir semua orang tahu bahwa burung Gagak itu berbulu hitam pekat dan bermata
hitam dengan tatapan tajamnya, namun hampir sedikit orang yang tahu bahwa bayi
burung Gagak itu bulunya berwana putih, nah dari situlah induk sang bayi burung
Gagak enggan mengasuh, memberi kehangatan, bahkan enggan memberi makan kepada
anaknya itu. itu terjadi karena sang Induk burung Gagak mengira bahwa itu bukan
anaknya, karena bulunya yang berwarna putih itu menjadi berbeda dengan bulu
sang induk yang berwarna hitam pekat. Ya induk burung Gagak hanya mengengkrami
telur sampai menetas, lalu setelah menetas sang induk langsung pergi dari sarangnya
dan meniggalkan anaknya tersebut. Lalu munculah pertanyaan, “Lalu bagaimana
bayi burung Gagak bisa bertahan hidup?” dan jawabanya adalah karena tangan
Tuhan. disituah kuasa Ilahi bertindak karena Tuhan memberi suatu aroma yang
keluar dari bayi burung Gagak yang membuat serangga-serangga kecil, nyamuk,
ulat, dll mendekat. Dan distulah sumber makanan sang bayi burung Gagak yang
sudah di beri oleh Tuhan. Sang bayi burung Gagak tidak perlu keluar dari sarang
untuk mencari makanan karena dengan sendirinya makanan akan mendekatinya. Sampai
akhirnya bulunya yang berwarna putih rontok dan tumbuh bulu baru berwarna
hitam.
Kedua,
pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari kisah perjalan hidup burung Gagak
itu?, yang paling penting kita harus sadar bahwa Tuhan tidak tidur. Tuhan
mencintai setiap mahluknya. Jadi Tuhan tidak akan membiarkan mahluk kesusahan,
itu sesuai dengan firman-Nya yaitu “Di dalam kesulitan pasti ada kemudahan”. Maka
dari itu kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, janganlah
mengecewakan Tuhan dengan berputus asa. Karena setiap masalah pasti ada hikmah
yang bisa kita ambil. Pada akhirnya kita harus tetap mengingat Tuhan di saat
suka maupun duka.
Yogyakarta 09 Juni 2015
Ajaran tentang Asal Usul dan Tujuan Hidup dari Sunan Kalijaga
Pesan
dan ajaran tentang asal usul dan tujuan hidup selalu dipegang teguh oleh
penganut mistik kejawen. Apalagi bagi guru Sunan Kalijaga juga pernah
memberikan wejangan serupa yang tersimpul dalam Tembang Dhandhanggula sebagai
berikut:
Urip iku neng donya
tan lami
Upamane jebeng
menyang pasar
Tan langgeng neng
pasar bae
Tan wurung nuli
mantuk
Mring wismane
sangkane nguni
Ing mengko aja samar,
sangkan paranipun
Ing mengko padha
weruhe
Yen asale sangkan
paran duk ing nguni
Aja nganti kesasar.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia:
Hidup di dunia ini
tidak lama
Seperti jika kamu
pergi ke pasar
Tidak akan di pasar
terus
Pastilah akan kembali
juga
Ke rumah asalnya
Maka jangan sampai
keliru
Maka ketahuilah
Ilmu sangkan paran
Agar jangan sampai
kesasar
Pesan
mistik tembang tersebut menghendaki bahwa hidup di dunia ini tidak lama, ibarat
manusia pergi ke pasar, akan segera kembali ke rumah asalnya, karena itu jangan
sampai ragu-ragu terhadap asal-usul, agar jangan sampai salah jalan. Pesan ini
menunjukkan bahwa manusia hidup di dunia ini sekedar mampir ngombe (singgah
untuk minum), karena suatu ketika akan kembali kepada Tuhan. Tuhan adalah
tumpuan sangkan paraning dumadi (Endraswara, 2003: 34)
Ahmad Ariefuddin
Yogyakarta, 09 Juni 2015
Minggu, 07 Juni 2015
Sajak Shalat
Bila engkau anggap sholat itu hanya
penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
Bila kau anggap sholat hanya sebuah
kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya..
Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau
nanti dengan Tuhanmu.
Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik
kau bercerita dengan Allah.
Anggaplah sholat itu sebagai kondisi
terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah.
Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu
dalam bermimpi.
Bayangkan ketika "adzan
berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih
dekat denganNya.
Bayangkan ketika kau" takbir",
Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.
Bayangkanlah ketika "rukuk",
Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam
sentuhanNya.
Bayangkan ketika "sujud", Allah
mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu: "Aku
Mencintaimu hambaKu".
Bayangkan ketika kau "duduk diantara
dua sujud", Allah berdiri gagah didepanmu, lalu mengatakan : "Aku tak
akan diam bila ada yang mengusikmu".
Bayangkan ketika kau "salam",
Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu...
Fase Kehidupan
Setiap insan mempuanyai fase dalam kehidupan yang dijalaninya, mulai dari fase kekanak-kanakan, ke alay an, kedewasaan, dan seterusnya.
Dulu dalam setiap pengajian dalil yang di gunakan setiap ustad ataupun kiayi rata-rata adalah bahwa "kita itu gak tau kapan akan mati maka berbuatlah baik".
Tapi waktu terus berjalan dan kini aku kurang setuju dengan kalimat itu, karena aku melihat ada juga orang yang tau kapan dia akan mati, yaitu orang yang terkena HUKUMAN MATI.
entah apa yang ada di dalam perasaan para orang yang dihukum mati, kematian mereka di tentukan oleh ketukan palu, di hantarkan oleh tembakan peluru.
Sampai sekarang aku masih berfikir, bagaimana setiap detik yang mereka jalankan ketika mata mereka di tutup, tangan mereka di ikat, yang kemudian para regu tembak pun beraksi dengan senapan tajamnya, peluru besi menusuk jantung. dan akhirnya Inalilahi wainailahi rojiun. -_-
Dulu dalam setiap pengajian dalil yang di gunakan setiap ustad ataupun kiayi rata-rata adalah bahwa "kita itu gak tau kapan akan mati maka berbuatlah baik".
Tapi waktu terus berjalan dan kini aku kurang setuju dengan kalimat itu, karena aku melihat ada juga orang yang tau kapan dia akan mati, yaitu orang yang terkena HUKUMAN MATI.
entah apa yang ada di dalam perasaan para orang yang dihukum mati, kematian mereka di tentukan oleh ketukan palu, di hantarkan oleh tembakan peluru.
Sampai sekarang aku masih berfikir, bagaimana setiap detik yang mereka jalankan ketika mata mereka di tutup, tangan mereka di ikat, yang kemudian para regu tembak pun beraksi dengan senapan tajamnya, peluru besi menusuk jantung. dan akhirnya Inalilahi wainailahi rojiun. -_-
Langganan:
Postingan (Atom)



