Selasa, 21 April 2015

Nasi Goreng Panas



                Yogyakarta memang identik dengan “Gudeg” sebagai makanan khasnya. Tapi sayangnya sekarang sudah malam jadi kalau harus makan gudeg aku harus berjalan lebih jauh. Selain Gudeg yogyakarta pun memiliki makanan khas lainnya yaitu “Bakpia Pathok”. Bakpia sebenarnya awalnya makanan khas dari warga cina yang tinggal di jogja, karena dulu bakpia awalnya berisi daging babi. Namun karena banyak Muslim yang ingin menikmati akhirnya isi dari bakpia pun di ganti dengan kacang ijo. Tapi aku berfikir kalau malam-malam gini hanya makan bakpia mana bisa kenyang. Walaupun tak sulit untuk bisa menemukan toko yang menjual bakpia tapi akhirnya aku menolak ideku itu. sampai akhirnya di pinggir jalan, yaitu di atas troroar aku melihat warung nasi goreng yang lumayan rame. Melihat motor yang berjajaran di pinggir warung tersebut aku memberikan penilaian bahwa warung tersebut pasti enak. Gak mungking warung tersebut bercita rasa gak enak tapi yang membeli banyak. Akupun langsung menyebrang dan menuju warung nasi goreng tersebut.       
                Ada satu meja dengan satu kursi panjang di sebelah meja dan satu kursi panjang di sisi yang lainnya. Di sisi yang satu kursi tersebut sudah terisi penuh oleh para pelanggan, sementara di satu kursi panjang yang satunya masih ada kira-kira untuk di tempati dua orang. Dan disitulah aku duduk sebelum akhirnya aku di datangi oleh ibu-ibu yang menanyakan apa yang mau aku pesan.
                Pesan apa pak ? (tanya si ibu sambil nyerahin daftar menu)
                Nasi goreng ya bu (jawabku dengan senyuman)
                Mendengar pertanyaan si ibu-ibu itu aku mencoba sabar. Entah kenapa umur 19 tahun seperti ini sudah di panggil “Pak”. Mana manggilnya di hadapan para pelanggan yang masih ramai-ramai lagi. Tapi tak apa , mungkin si ibu itu matanya sudah katarak karena kebanyakan terkena cipratan minyak dari peggorengan nasi goreng. Aku si positif thinking saja.
                Sambil menunggu pesananku. Sebagai pelanggan yang datang sendirian akupun dengan bersikap jantan. Aku mengeluarkan hpku, yang kemudian aku pencet-pencet gak jelas. Tidak apalah yang penting di hadapan keramaian aku tidak boleh kelihatan lemah. Walaupun di depanku ada sepasang muda-mudi yang sedang mesra-mesraan, saling ngobrol, saling tertawa. Tapi aku harus kelihat biasa-biasa saja menutupi ke irianku melihat kemesraannya. Beberapa menit aku menunggu pesanan, dari luar warung makan terdengar motor gede. Sampai akhirnya masuklah sesosok perempuan kecina-cinaan, berkulit putih, ramputnya terurai, langkahnya tegap diiringi minyak wanginya yang menggaruk-garung hidung, dan matanya yang sipit terus menggoda pandanganku untuk terus menatapnya. Dan pada saat itu hanya ada satu bagian untuk satu orang lagi tepat di sampingku, iapun langsung duduk di sebelahkua. Dan sebagai lelaki jantan akupun mulai meluruskan tubuhku supaya tegap seperti tiang listrik. Dan tak lupa sambil pura-pura otak-atik hp walaupun sebenarnya Cuma nge-cek pulsa. Setidaknya di hadapan dia aku kelihatan lelaki yang sedang sibuk.
                Bagaikan sudah jath tertimpa tangga. Belum juga aku sekedar menyapa wanita cantik di sebelahku itu, atau sekedar menikmati wajah yang lebih indah dari bulan di malam ini. Tiba-tiba masuklah sesosok lelaki pendek dan berwajah gak jelas. Rambutnya gak rapi, giginya kuning, pake sendal jepit lagi, eh parahnya sendal jepitnya beda warna dan beda bentuk. Entah sendal nemu di tempat sampah atau emang itu lagi ngetren, yang jelas penampilan lelaki itu kalah keren dengan pemulung yang fakir. Tapi bagai petir di siang bolong, lelaki gelap itu menyapa dengan mesra perempuan cantik yang sedang mau aku sapa di sebelahku ini.
                Sudah pesan belum sayang? tanya si lelaki gelap kepada wanita cantik di sebelahku
                Belum, sana pesan gih (jawab si wanita cantik sambil sibuk dengan tab nya
                Mendengar obrolan singkat tersebut aku langsung memastikan kalau kedua pasangan ini sudah menjalin hubungan serius. Kepastianku menguat ketika aku melihat cincin yang sama di jari mereka berdua. dalam diam hatiku berteriak, hidup itu kadang tidak adil ya? Cwe yang lebih indah dari rembulan seperti itu eh mau-maunya berpasangan dengan si lelaki gelap yang mengalahkan pekatnya tinta gurita. Tak berapa lama kemudian si lelaki gelap tersebut duduk di samping wanitanya itu. sumpah ini kedudukanku sebagai penghuni kursi mulai terancam oleh kemesraan mereka. Mana si lelaki gelap sedikit demi sedikit terus menggeser duduknya yang otomatis si wanita yang sebelahkupun mepet ke tubuhku. Disitulah kejantananku mulai di uji. Disatu sisi bukan muhrim karena tubuh wanita terus nempel ke tubuhku, tapi di sisi lain aku yang lebih dahulu duduk disitu. Karena tidak betah dengan penjajahan itu, akupun memberi tanda ketidaknyamanan dengan pura-pura bersin. Achiiiiihhh, ,,, sambil mengeuarkan tisu dari dalam saku aku pura-pura bersin dengan nada rendah. Tapi karena sepertinya bersin itu tidak memberikan efek, akupun mencoba melakukan bersin dengan nada yang lebih tinggi. Achiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhh, ..., semua yang sedang menikmati sajian langsung menatapku dengan wajah meringut. Sudah pasti mereka pasti jiji dengan apa yang aku lakukan. Inilah yang namanya perjuangan demi mempertahankan kedaulatan tempat duduku ini.
                Perjuangan pertamaku seperti gagal, akupun melakukan perjuang berikutnya dengan menembekan anumisi kedua dengan pura-pura menguap. Uaahhhhh. Aku menguap sambil menatap si wanita di sampingku yang sedang pamer kemesraan dengan si lelaki gelap. Tapi bukannya menjauh si wanita tersebut malah menyenggolkan tubuhnya ke tubuhku. Astafirallah. Dalam hati aku langsung berdoa “ya Allah ini rezeki apa goda’an ya Allah?, cepat ya Allah jawab, kehangatan tubuhnya sudah menusuk kulit tubuhku nih?. Beberapa detik berjalan dengan nafas yang terengah engah. Astafirallah, bismilah akupun dengan reflek kejantanan langsung keluar dari tempelan tubuh wanita cantik itu. gak bisa aku bukan lelaki murahan. Tapi dalam hatiku juga bicara “heh rif rezeki itu gak boleh di tolak, cepat gih kembali ke kursi, nikmati tuh rejekimu?”. Tapi akupun keburu keluar dengan langkah tegap. Untunglah aku keluar di saat yang tepat karena si ibu-ibu berjalan mendekatiku.
                Ini pak pesanannya? (ucap si ibu sambil menyerahkan pesananku)
                Lag-lagi ucapan si ibu memancing kemarahanku, masa masih saja di panggil “pak”. Tapi tidak apa setidaknya si ibu itu menyelamatkanku dari belenggu si wanita cantik dan lelaki gelap yang masih saja pamer kemesraan. Dengan menenteng nasi goreng hangat yang di bungkus plastik kresek akupun berjalan pulang. Aku si tidak terbebani dengan plastik kresek ini, tapi bebanku masih saja terbayang oleh si wanita cantik tadi. Nasi goreng yang hangat ini tidak mengalirkan kehangatannya ke tanganku karena hatiku ini lebih hanyat bahkan cenderung panas karena si ibu-ibu penjual nasi goreng yang manggil aku dengan sbutan “pak”.

Warung Nasi goreng, jalan pakuningratan
Yogyakarta, 21 april 2015

Minggu, 19 April 2015

Kisah Sandal Jepit

Soekarno mungkin pernah berkata "berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.
Tapi kini aku berkata "berikan aku sepuluh pemuda (laki-laki), maka akan kuhancurkan kaum wanita"

Seorang pemuda berkata : "Wanita itu seperti sandal jepit, ia akan diganti dan dibuang saat ditemukan sandal lain yang lebih bagus dan pas"
Mendengar perkataan pemuda, kakek tua yang duduk disebelahnya berkata : "Benar....wanita itu seperti sandal jepit, itu karena engkau menganggap dirimu seperti kaki, sebagai ceker..!!!.
Mendengar perkataan kakek tua sang pemuda mulai marah, dengan sangat emosi ia langsung berusaha membalas argumen sang kakek yang di rasa tidak tepat, namun belum juga sang pemuda berucap kakek tua melanjutkan pembicaraannya :"Wanita itu seperti mahkota, yang harus di letakan di atas kepala, harus di hormati, di rawat dan di jaga, itu kalau kita menganggap bahwa kita adalah seorang raja".
Mendengar pesan dari kakek sang pemuda langsung sadar bahwa selama ini dirinya seperti halnya sebuah "ceker", tapi dengan sombong ia justru menganggap bahwa dirinya seorang raja.

Hikmah "Sesungguhnya, saat seseorang memperlakukan orang lain dengan buruk, itu karena memang karena dia juga buruk.
"Sesunggugnya manusia tanpa kaki masih bisa hidup, tapi tanpa kepala ia takan lagi bernyawa"


Ahmad Ariefuddin
Yogyakarta 19 April 2015

Jumat, 17 April 2015

Analisis kebudayaan, 1982


Sikap positif terhadap bahasa indonesia tidak berarti sikap kebahasaan yang kaku dan tertutup, yang menuntut kemurnia bahasa indonesia, dan yang menutup bahasa indonesia, dari hubngan saling pengaruh antara bahsa indonesia dan bahasa-bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing, yang terdapat atau digunakan di indonesia atau yang digunakan di dalam pergaulan bangsa indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dikap positif terhadap bahasa indonesia berarti sikap yang menempatkan bahasa indonesia pada kedudukan yang terhormat di dalam kehidupan nasional indonesia dan sekaligus berarti sikap yang menerima kenyataan bahwa bahasa-bahasa yang digunakan di dalam suatu masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari hubungan saling pengaruh. Hubungan salng pengaruh itu dapat di manfaatkan dengan tujuan memperkaya bahasa indonesia sehingga ia benar-benar menjadi bahasa nasional yang dapat di dandalkan. Namun, ini tidak pula dari bahasa-bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing itu”.


Paradoks Demokrasi Barat



                Dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2000. Jika gabungan “demos” dan “kratos” diartikan sebagai “pemerintah oleh rakyat” (government by the people), maka seharusnya pemerintahan yang demokratis diindikasikan dengan dukungan mayoritas rakyat terhadap pemerintah terpilih. Namun, itulah yang justru terjadi pada kasus pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2000. Pada 5 desember 2000, Mahkamah Agung AS (US Supreme Court), memenangkan George W. Bush atas calon demokrat, Al-Gore. Kasus ini telah memunculkan perdebatan sengit di Amerika Serikat. Vincent Bugliosi, misalnya, ia menulis sebuah buku berjudul The Constitution and Chose Our President. Bugliosi mengungkap sebuah realitas ironis tentang demokrasi: “Pengkhianatan Amerika”. Bagaimana sebuah pemilihan kepala negara terkuat dan negara demokrasi terbesar di dunia, akhirnya justru diserahkan keputusannya kepada lima orang hakim di sebuah lembaga tinggi negara. Padahal, popular vote (mayoritas suara rakyat), lebih banyak berpihak kepada Gore. Dengan jumlah pemilih kurang dari 60% dari rakyat Amerika Serikat. Maka faktanya, presiden  Amerika Serikat juga hanya didukung oleh minoritas rakyatnya. Pemenangan Bush oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat itu digambarkan Bugliosi sebagai “like the day of Kennedy assassination”.
                Setelah Bush memangku jabatan Presiden Amerika Serikat, kontroversi demi kontroversi terus merebak ke seluruh penjuru dunia. Apalagi, setelah Bush memerintahkan tentaranya menduduki Irak, maret 2003. Belum pernah dalam sejarah, dunia menyaksikan gelombang aksi unjuk rasa anti-Amerika Serikat yang begitu ramai di berbagai penjuru dunia seperti pada tahun 2003. Sampai-sampai ribuan orang warga Amerika Serikat sendiri harus ditahan, menyusul aksi mereka menentang serangan Irak, di berbagai kota di Amerika Serikat. Kantor berita Associated Press, (21 maret 2003) melaporkan, lagu kebangsaan Amerika Serikat, The Star-Spangled Banner, sudah dijadikan olok-olokan di kanada, menyusul merebaknya aksi puluhan ribu orang di negara tetangga Amerika Serikat itu.

                Semua itu berpangkal dari otak dan lidah seseorang, Presiden AS, bernama George W. Bush. Kamis 20 maret 2003, Presiden Bush mengumumkan perang terhadap irak, setelah sebelumnya menempatkan ratusan ribu tentaranya di sekitar irak.

Kisah dari imigran muslim di Amerika Serikat



“Ayat Ilahi yang Agung, Doktor Amerika itu bersujud dan bersujud pula Perawat Pria dan Wanita, Bersujud pula seluruh hadirin kepada Allah SWT”
                Seorang doktor wanita Amerika menghadapi masalah besar disebuah rumah sakit bersalin, ketika dua orang perempuan bertengkar tentang klaim kepemilikan bayi laki-laki, mereka memperebutkannya. Semua instansi resmi ikut berdatangan untuk menyelesaikan masalah ini. Beberapa saat kemudian datanglah seorang ulama muslim dengan membawa cahaya Allah untuk menentukan putusan terhadap tragedi yang menegangkan tersebut. Dia berkata: “Bukanlah kalian mempunyai peralatan yang detail? Bukankah kalian menguasai teknologi terbaru yang bisa digunakan untuk menimbang secara tepat dan mendetail? Timbanglah berat air susu dari dua perempuan ini. Siapa yang berat air susunya lebih banyak dua kali lipat dari yang lain maka bayi laki-laki itu adalah anaknya, sedangkan perempuan yang satunya adalah ibu dari bayi perempuan itu.” ketika mereka mengerjakan itu mereka tercengang luar biasa. Mereka melihat keajaiban ciptaan Allah berupa jumlah air susu yang dua kali lipat daripada yang lain. Seorang dokter senior ingin mendapatkan jawaban dari keherenannya, dia menanyakan hal itu kepada ulama muslim tersebut tentang pengetahuan yang menembus sampai ke wilayah yang sangat teliti seperti itu termasuk sumbernya. “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Al-Mulk 67:4)

                Sesungguhnya Allah berfirman “Bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.” (An-Nisa 4: 11) Dokter itu langsung bersujud kepada Allah, ibu dari bayi laki-laki itu juga bersujud kepada Allah, demikian pula ibu yang membuat kebohongan yakni ibu dari bayi perempuan itu juga bersujud kepada Allah seraya mengakui kesalahannya dan mengagumi keindahan ciptaan Allah.

Seorang gadis amerika yang shalihah bersujud kepada Allah sebelum dia selesai membaca laporan



                Seorang docter di amerika, Profesor William Beckers mempublikasikan pada salah satu edisi majalah komunitas (Medicine Digest) pada bulan April tahun 1977, laporannya yang berisi ringkasan kerjanya di negara-negara Arab selama 20 tahun. Dia adalah seorang docter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan (obstretri dan ginekologi). Seorang gadis amerika yang membaca laporan ini tidak mampu menyelesaikan bacaannya kecuali dia tersungkur dalam keadaan bersujud kepada Allah. Apa si laporan itu? sang Profesor melaporkan bahwa dia telah membersihkan kemaluan wanita yang diperiksanya di jazirah Arab, dan dia sudah memeriksa lebih dari 30.000 perempuan, dengan menggunakan piranti USG, dengan pemeriksaan lengkap, bahkan juga diserta pengambilan sempel untuk dilihat dengan mickroskop. Semua pasien yang dia periksa terbukti selamat dan bebas dari penyakit kanker leher rahim. Semua itu sebagai dampak dari sedikitnya kasus pezinaan di negara-negara Islam dan juga dilakukannya khitan bagi semua laki-laki di sana. Sang docter kemudian bertekad bahwa dirinya merasa tidak perlu memeriksa perempuan lagi dengan USG, karena dia yakin bahwa tidak ada yang menderita penyakit kronis. Ketika laporan itu sedang dibuat, tiba-tiba datanglah romongan doktor ahli kebodanan dan penyakit kandungan di Florida Amerika yang menyatakan bahwa di Florida Amerika terjadi pertambahan jumlah penyakit sampai 80% dalam kurun waktu empat tahun, yakni antara 1970-1974. Presentase ini didapatkan dari penyakit yang sejenis seperti kanker leher rahim yang terjadi pada gadis berusia antara 15 sampai 22 tahun. Para peneliti merefrensikan bahwa pertambahan jumlah penyakit yang sangat mengerikan ini terjadi akibat bertambahnya hubungan zeks tanpa batas “zina”, serta bertambah luasnya penyebaran pil pencegah kehamilan.

                Dalam laporan itu tergambar jelas dampak mematikan dari zina dan pelipatgandaan penyakit lainnya, semisal gonorhoe, luka gatal, penyakit kelamin, kemandulan, kudis, kutu kemaluan, dan penyakit kulit lainya, semoga Allah melindungi kita dari penyakit Itu. masih di tambah lagi dengan penyakit moral, psikis, sosial, percampuran nasab (incest)  dan akibat yang ditimbulkan dari semua itu berupa kehancuran dan kebinasaan masyarakat, gambaran yang menyimpang pada masyarakat permisif yang runtuh. Sungguh bijaksana orang yang dapat mengambil pelajaran dari ini semuanya. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’ 17:32)

Senin, 13 April 2015

Tahukah Anda?

Fakta ;

1.       Tahukah anda bahwa selama perang dingin, 37 negara Muslim menjadi sekutu Barat, atau paling tidak berpihak ke Barat, sedangkan hanya 6 yang memihak Soviet.