Minggu, 08 Maret 2015

Kompas Kampus Universitas Gajah Mada


+ Informasi Registrasi Kota Yogyakarta (*Pendaftaran Online Yogyakarta Ditutup)

  • Lokasi Acara Grha Sabha Pramana, UGM.
  • Tiket Online diprint dan dibawa sewaktu mendaftar ulang.
  • FIRST COME FIRST SERVE Daftar Ulang (dengan menunjukkan e-ticket on line yang telah dicetak)
  • Peserta wajib daftar ulang/menukarkan e-tiket dengan tiket asli kepada panitia di tanggal berikut :
    • 10-12 Maret 2015 Jam 13.00-17.00 WIB di Teras Gelanggang Mahasiswa, UGM (UNTUK 5000 ORANG PERTAMA) atau,
    • 13 Maret 2015 Jam 08.00-10.00 WIB di Grha Sabha Pramana, UGM
    • 14 Maret 2015 Jam 08.00-10.00 WIB di Grha Sabha Pramana, UGM
  • TIKET BERLAKU UNTUK 2 (DUA) HARI (13-14 MARET 2015). TIKET HARI PERTAMA TIDAK BOLEH HILANG DAN HARUS DITUNJUKKAN KEMBALI SAAT DATANG DI HARI KEDUA

    + Jumat, 13 Maret 2015
Khusus peserta Anchor Hunt wajib mendaftar ulang jam 08.00 – 09.00 WIB
  • Audisi Anchor Hunt 10.00 – Selesai
  • Workshop Radio 10.30 – 11.30
  • Workshop Jurnalistik Harian Kompas 13.30 – 14.30
  • Workshop Drone Journalism KompasTV 14.40 – 16.10
  • Stand Up Comedy Seru (SUPER) 16.10 – 17.40

    + Sabtu, 14 Maret 2015
Daftar ulang/penukaran tiket jam 08.00 – 10.00 WIB
  • Kompasiana Blogshop 10.00 – 11.30
  • Talkshow bersama Rosianna Silalahi , 14.00 – 16.00
    Bambang Widjojanto dan Budiman Sudjatmiko, serta Raditya Dika dan Pandji Pragiwaksono
  • Stand Up Comedy Seru 16.00 – 18.00
  • Pengumuman Grand Doorprize iPhone 6 18.00 - Selesai
  • Yang berhak mendapatkan Doorprize adalah yang memiliki tiket asli
  • Daftar ulang tidak bisa diwakilkan (FIRST COME FIRST SERVE)
  • Harap membawa identitas diri (KTP/KTM/SIM) yang sesuai ketika daftar ulang.
  • Jika Yang memiliki tiket on line tidak menukarkan saat daftar ulang yang sudah ditentukan diatas, maka tiket online tsb tidak berlaku.
  • Peserta diwajibkan follow twitter @KompasTV atau like fanpage facebook Kompas TV dan menunjukkannya ke panitia ketika daftar ulang.

+ Ketentuan Audisi Anchor Hunt

  • Wajib melakukan pendaftaran online Kompas Kampus
  • Setiap peserta yang sudah mendaftar online akan mendapatkan email dari Kompas TV untuk keperluan tahap screening awal
  • Bagi yang lolos tahap screening awal, akan mendapatkan email konfirmasi dan wajib datang dan mendaftar ulang tanggal 13 Maret 2015 jam 08.00 – 09.00 WIB untuk mendapatkan nomor peserta audisi serta melanjutkan proses Anchor Hunt selanjutnya
  • Peserta wajib berpakaian rapi


+ Ketentuan Citizen Journalism Contest

  • Tema Citizen Journalism adalah “Serunya Kompas Kampus”
  • Konten liputan yang dibuat oleh para peserta harus berkaitan dengan penyelenggaraan acara KOMPAS KAMPUS
  • Video citizen journalism diunggah melalui YouTube dengan menggunakan tagar/hashtag #KOMPASKAMPUSUGM, setelah upload materi ke YouTube, peserta wajib mengirim link video mereka melalui twitter dan mention akun @KompasTV
  • Format tweet untuk video Citizen Journalism: Judul Video (spasi) #KompasKampusUGM (spasi) link video YouTube


+ Ketentuan Twitpic Contest

  • Peserta berfoto dengan gaya terbaik di area Kompas Kampus
  • Foto diunggah melalui twitter dengan tagar/hashtag #KOMPASKAMPUSUGM dan mention akun twitter @KompasTV
  • Pemenang akan diumumkan di akhir acara setiap hari

Jumat, 06 Maret 2015

Aturan untuk menulis

Aturan untuk penulis dari Orwell terangkum dalam 6 aturan ini :

Konfirmasi email dari kompas Tv

Dear rekan-rekan calon peserta Kompas Kampus UGM Yogyakarta,
 
Terimakasih atas partisipasinya dalam event Kompas Kampus dan Anchor Hunt.
Sebagai ketentuan tahap screening awal, kami memohon rekan-rekan sekalian untuk membalas email ini dengan melampirkan 1 (satu) buah pas foto berwarna ukuran 4x6 dengan format nama file: Nama lengkap-Alamat email. Cth: M. Rahman-mrahman@gmail.com
Selambat-lambatnya tanggal 8 Maret 2015, pukul 17.00 WIB.
 
Peserta yang lolos tahap screening awal akan mendapat email konfirmasi balik dan diwajibkan datang pada tanggal 13 Maret 2015, pukul 08.00 dengan membawa bukti email konfirmasi dari kami yang sudah dicetak serta tiket Kompas Kampus/bukti registrasi online yang sudah dicetak untuk ditukarkan dengan tiket.
Bagi yang tidak mendapatkan email konfirmasi, maka tidak lolos dari tahap screening awal.
 
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
 
Salam Inspirasi,
 
Promo Department
KOMPAS TV -  INSPIRASI   INDONESIA     
Kompas TV Building, 3rd Floor
Jl. Palmerah Selatan No. 1
Jakarta 10270 - Indonesia
P : 021 - 5483008 ext. 8303, F : 021 - 53654907
 
Website www.kompas.tv
Twitter @KompasTV
Facebook  Kompas TV
 

http://promo.kompas.tv/images/e-mail.gif

Koala Kumal

Di saat mata kuliah bahasa inggris


Ketika koala Kumal jadi pelampiasan di saat dosen terus memaparkan teori-teori. ya hari ini jum'at 6 februari 2015, bersamaan dengan meet & greet Raditya Dika untuk buku terbarunya yaitu Koala Kumal. mata kuliah ini dari jam 13.00 sampai jam 15.00 WIB. tapi setelah bahasa inggris masih ada mata kuliah hukum ketatanegaraan maka dengan terpaksa gue harus bolos kuliah demi menghadiri meet & greet di Gramedia Ambarukmo, Plaza Ambarukmo, Unit Bookstor, Lantai 1 jalan Laksda Adi Sucipto. 
Jadwal meet & greet koala kumal

Tepat pukul 15.10 gue selesai mata kuliah bahasa inggris, dengan buru-buru gue langsung menuju plaza ambarukmo yang tidak jauh dari kampus gue. sesampainya di sana. di saat nafas masih tertatih. pandangan gue terbentur dengan keramaian para fans yang ternyata sudah berkumpul sejak siang. akhirnya keinginan untuk meminta tanda tangan pun sirna.

Gramedia Ambarukmo, Plaza Ambarukmo


Antrian Tanda tangan

Raditya Dika



Pacaran Versi anak SMA

SMA atau SMK adalah masa dimana G.A.LA.U merupakan 5 huruh yang sering di terjadi. mulai dari galau karena banyak tugas, kekurangan uang jajan, dan yang pasti adalah karena putus cinta. kemudian jika kita hubungkan dengan pacaran, maka pada masa SMK atau SMA pacaranpun mengalami perbedaan dalam devinisinya. nah berikut ini akan gue jelasin beberapa karakter pada anak SMA atau SMK yang sedang menjalani pacaran. inilah beberapa hasil pandangan menurut gue :

1. Sudah mampu nembak secara langsung
ketika pada masa SMP kita nembak dengan modal HP melalui sms atau telvon ataupun melalui surat. pada masa SMA keberanian sudah mulai tumbuh. begitupun untuk menyatakan rasa yang kita miliki kepada seseorang yang ingin kita jadikan pacar.

2. Mulai berkembangnya sikap "Alay"
Alay menurut gue adalah suatu sikap yang di alami remaja sebelum menuju kepribadian dewasa. jadi seorang remaja tidak akan mendapatkan kepribadian dewasa sebelum mengalami sikap alay. nah jika kita hubungkan dengan pacaran, alay pun menjadi satu hal yang berperan pada remaja SMA atau SMK ketika sedang pacaran. semisal mulai dari manggil mama & papa, ayah & bunda, sampai yang ektrim adalah manggil almarhum & almarhumah. kemudian yang dilakukan oleh anak SMA atau SMK setelah berhasil berpacaran adalah mengganti status di facebooknya menjadi "berpacaran". bahkan ada yang "bertunang". berlanjut mengganti foto profilnya dengan foto sang pacar, membuat status terus meandai sang pacar dalam statusnya. dan dalam akun twitter nama sang pacar akan di muat dalam bio nya.

3. Mulai memperdalam ilmu Modus.
Modus adalah suatu cara yang dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari orang yang akan kita pacari. nah pada masa SMK atau SMA pembelajaran dalam modus terus dilakukan. nah dari pembalajaran cara untuk modusin orang yang akan kita pacari ini gue punya temen yang waktu itu sangat lengkap ilmunya dalam perkara modusin orang yang sudah kita sukai. mulai dari minjem alat tulis, membantu mengerjakan tugas padahal dia sendiri gak bisa, jadi tukang ojek, dll.

4. Mulai belajar romantis
yang ini adalah suatu cara secara tekstual yang sering di lakukan oleh para remaja SMA ketika sedang berpacaran. yaitu dengan membeli baju cauple. yang cwe bajunya bertuliskan "love" yang cwo memakai baju yang bertuliskan "forever". kemudian membeli cincin biar dikirain sudah tunangan padahal cintin yang harganya 10rb dapat 2. terus memesan stiker yang bertuliskan huruf tanggal jadiannya yang kemudian di tempelkan di helmnya ataupun di buku atau kamar rumahnya. yang terakhir adalah romantis yang di lakukan secara ekstrim yaitu dengan mentato permanen nama yang pacar di tangan atau kaki. terus giliran sudah putus nanti tangan atau kaki yang ada tato nama sang pacar yang sudah putus akhirnya minta di amputasi. untungnya yang tato di bagian tangan dan kaki, coba kalau yang di tato di bagian leher, terus minta di amputasi. kan terdengar begok, semua itu adalah cara yang dilakukan remaja SMA dalam belajar romantis namun yang terjadi justru terlihat lucu jika kita sudah dewasa nantinya.

Pacaran Versi anak SMP

Berikut ini gue bakal memberikan beberapa kriteria pacaran pada anak SMP. bermodal pengalaman yang gue alami, semua bakal gue ringkas dalam tulisan ini. nah berikut adalah kriterianya :

1. Malu untuk nembak secara langsung
Sekolah Menengah Pertama bagi sebagian besar adalah masa dimana kita mulai mengenal apa itu cinta. berawal dari saling pandang, tumbuhnya rasa suka sampai akhirnya ada rasa untuk memiliki. ya walaupun rasa memilikinya sekedar kontekstual namun pada masa itu saling memiliki sering di artikan sebagai seperti halnya pasangan suami istri. mulai dari tidak boleh deket dengan orang lain, tidak boleh smsn sama orang lain, bahkan yang ekstrim adalah tidak boleh ngobrol sama orang lain. owhya kemudian yang sering di alami oleh anak SMP ketika mau pacaran adalah tidak bisa nembak secara langsung. secara umum si biasanya melaui sms, nulis di kertas, atau yang paling bagus paling melalui telvon. jadi ketika kelak kita sudah dewasa kita akan sadar bahwa pacaran anak SMP adalah pacaran tertolong oleh media. semisal HP,Surat, dll

2. Pacaran cuma ikut-ikutan temen
nah yang berikut ini adalah pengalaman gue waktu dulu. pada waktu itu pacaran adalah sebuah syarat mutlak untuk bisa di panggil cwo. ya waktu itu yang tidak pacaran pasti di panggil "bencong". jadi terpaksa gue nembak cwe cuma gara-gara gak mau di panggil bencong. cwe yang gue tembak adalah feny, dia adalah adek kelas gue. feny adalah anak dari guru kesenian gue waktu itu. jadi modus pertama yang gue lakuin untuk bisa pacaran sama si feny adalah dengan cara mengikuti ekstra seni, yaitu melukis. karena ekstra melukis di lakukan di rumahnya Bu Neng, beliau adalah guru kesenian yang juga ibunya si feny. jadi setiap gue mengikuti ekstra melukis pasti gue bisa ketemu si feny. walaupun akhirnya kita putus karena katanya dia mau fokus UAS (Ujian Akhir Sekolah).


3. pacaran cuma buat nambah jumlah mantan
ini mungkin terdengar aneh namun ini adalah fakta yang pernah ngetrand pada masa SMP. tepatnya ketika itu gue dan teman-teman sedang mengadakan pemilihan ketua OSIS. nah secara turun temurun semua ketua OSIS adalah cwo yang banyak mantannya. nah dari perkara itulah temen gue waktu itu terus menerus nembak cwe tapi tak lama kemudian di putusan cuma gara-gara ia ingin terpilih menjadi ketua OSIS. gue juga gak tau apakah tradisi itu masih berjalan sampai sekarang atau sudah berhenti karena kemajuan zaman.

4. mulai tumbuh sikap alay
pada masa SMP kita mungkin masih cenderung menjadi pribadi yang pasif dan belum terlalu berani untuk berpendapat di depan umum. tapi pada masa SMP sikap alay akan mulai tumbuh apalagi jika di hubungkan ketika kita sedang berpacaran. semisal manggil pacar sayang-sayangan. akan menggunakan parfum yang berlebihan ketika akan ketemuan, menggunakan minyak rambut terlalu banyak saat mau pergi berduaan, dll

Rabu, 04 Maret 2015

Batang Berkembang dari Nelayan


Selasa, 3 maret 2015. tepatnya di jalan pantura kabupaten batang. disitulah tempat kelahiran.
15 pendemo di tangkap serta sebagian dari polisi yang terluka karena kemarahan para nelayan dan parahnya banyak fasilitas umum yang dirusak. ya walaupun semua sudah di rencanakan dengan baik namun dalam berjalannya waktu tiba-tiba ada seorang oknum yang membuat para nelayan yang secara umum berpendidikan rendah langsung terpancing emosi sehingga mengakibatkan kerusuhan. kejadian ini sendiri sempat menutup jalan pantura, padahal jika dihitung kerugian jika jalan pantura ditutup selama 1 jam akan mengalami kerugian kurang lebih 830 juta rupiah. jadi kejadian yang berjalan kurang lebih 2 jam ini membuat kerugian sebesar 1,6 miliar rupiah. itu belum termasuk mobil pemadam kebakaran yang di rusak serta banyak fasilitas umum yang di rusak juga. jadi kami selaku warga nelayan meminta maaf atas kejadian yang tidak berjalan sesuai rencana ini. tak lama setelah kejadian gubernur jawa tengah langsung menemui para pendemo yang telah di tangkap.
Ganjar menemui para pendemo itu untuk bertanya secara langsung apa yang menimpa mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar berdialog soal inisiasi demonstrasi, siapa yang mengajak, hingga mereka ditangkap polisi. Perbincangan itu kurang lebih berlangsung selama 10 menit, setelah Ganjar menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran Polres Batang.

Salah satu pendemo mengatakan ditangkap lantaran ikut-ikutan berdemo tentang pelarangan menggunakan alat cantrang. Bagi mereka, pelarangan akan mematikan penghasilannya mencari ikan.

Ganjar pun mendengarkan apa yang mereka keluhkan. Setelah itu, dia berbicara pada mereka bahwa di Jawa Tengah penggunaan alat Cantrang masih diberikan kelonggaran. Artinya, masih diperbolehkan dengan syarat tertentu.

"Saya sudah bilang sama Bu Susi untuk memberikan toleransi. Di Jateng masih ada kelonggaran menggunakan cantrang," kata Ganjar di depan 24 nelayan yang ditangkap itu, Rabu (4/3/2015) siang.

Setelah menjelaskan banyak hal, Ganjar lantas meminta kepada Kapolres Batang untuk bertindak adil. Jika para pendemo melakukan pengrusakan di muka umum atau melakukan tindak pidana, dia meminta mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara yang tidak, harus secepatnya dibebaskan.

Sejauh ini, lanjutnya, akibat demo nelayan dengan memblokir jalur pantai utara tersebut, banyak fasilitas umum di rusak massa. Salah satunya pot bunga yang ada sepanjang jalur tersebut dirusak oleh massa nelayan.

"Yang bersalah, ya harus dihukum. Kalau gak ya dibebaskan. Jangan diulangi ya," seru dia.

Akibat dari demo dari ribuan nelayan, Selasa kemarin, dua orang polisi terluka, yakni Kasatreskrim Polres Batang AKP Hartono dan seorang anggota Polantas. Keduanya menjadi sasaran amuk masa nelayan. Sejumlah fasilitas umum di sepanjang jalur demo juga dirusak massa.